Heboh.... Ada '3 Matahari' Langka Muncul di Langit Rusia
Kabar berita menarik- Sebuah penomena menunjukkan penampakan fenomena alam langka terjadi di langit Rusia. Masyarakat di kota St Petersburg dibuat takjub oleh tampilan '3 matahari' yang menyinari pagi hari itu.
Seperti dikutip dari Heru prasetyo, Rabu (7/12/2016), penampakan 3 matahari tersebut merupakan suatu fenomena alam langka.
Menurut seorang ilmuwan terkenal di Petersburg Planetarium, Maria Borukja, penampakan matahari 'palsu' tersebut merupakan akibat dari aktivitas alam yang dikenal dengan sebutan 'sun dogs' atau matahari bayangan.
Perempuan yang juga merupakan seorang mahasisawa PhD jurusan mekanika alam semesta di Universitas Petersburg itu menjelaskan, 3 matahari tersebut merupakan sebuah fenomena atmosfer, terdiri dari titik terang yang muncul di di dua sisi matahari.
Maria juga mengatakan bahwa sebenarnya fenomena alam itu dapat dilihat dari berbagai belahan dunia. Hanya saja jarang sekali terlihat seterang yang tampak di Rusia.
Penjelasan menyebutkan bahwa fenomena unik itu langka dan hanya bisa terjadi pada musim dingin ketika kristal-kristal es berada di atmosfer.
Tidak seperti gerhana matahari, fenomena 3 matahari ini tidak bisa
diramalkan. Namun demikian, penampakan itu bisa terjadi beberapa kali
selama musim dingin.
Sementara itu, dikutip dari laman University of Illinois, terdapat penjelasan tentang matahari ‘palsu’ ini, yang kerap dikenal dengan istilah parhelia.
Parhelia adalah titik berwarna cerah, baik di satu sisi ataupun dua
sisi matahari. Parhelia terjadi ketika sinar matahari dibelokkan oleh
kristal-kristal es gepeng bersegi enam (heksagonal) mendatar yang
berukuran lebih dari 30 mikrometer.
Matahari ‘palsu’ ini terlihat ketika matahari berada di dekat ufuk
dan pada bidang mendatar yang sama dengan seorang pengamat serta
kristal-kristal es di atmosfer.
Ketika sinar matahari melintasi kristal es, cahaya itu dibelokkan 22
derajat sebelum tiba di mata kita, sehingga seakan terlihat ada matahari
‘lain’.
Berbeda dengan pendar ‘halo’ pada matahari, cahaya matahari pada fenomena ‘halo’ dibelokkan 22 derajat oleh kristal-kristal es yang tidak seluruhnya dalam posisi mendatar (horizontal).
Penjelasan menyebutkan bahwa fenomena unik itu langka dan hanya bisa terjadi pada musim dingin ketika kristal-kristal es berada di atmosfer.
Tidak seperti gerhana matahari, fenomena 3 matahari ini tidak bisa diramalkan. Namun demikian, penampakan itu bisa terjadi beberapa kali selama musim dingin.
Sementara itu, dikutip dari laman University of Illinois, terdapat penjelasan tentang matahari ‘palsu’ ini, yang kerap dikenal dengan istilah parhelia.
Matahari ‘palsu’ ini terlihat ketika matahari berada di dekat ufuk dan pada bidang mendatar yang sama dengan seorang pengamat serta kristal-kristal es di atmosfer.
Ketika sinar matahari melintasi kristal es, cahaya itu dibelokkan 22 derajat sebelum tiba di mata kita, sehingga seakan terlihat ada matahari ‘lain’.
Berbeda dengan pendar ‘halo’ pada matahari, cahaya matahari pada fenomena ‘halo’ dibelokkan 22 derajat oleh kristal-kristal es yang tidak seluruhnya dalam posisi mendatar (horizontal).


0 comments:
Post a Comment